Kantongi hak paten, TVS segera produksi motor hibrida

by
TVS Qube

TVS Qube

Acaciapat.com – Kantongi hak paten, TVS segera produksi motor hibrida. Pabrikan otomotif India, TVS Motor Company (TMC), dikabarkan telah mengantongi hak paten atas teknologi hibrida (hybrid) yang diajukan untuk jadi penggerak sepeda motor. Teknologi tersebut akan menggabungkan kinerja antara pembakaran mesin konvensional dengan motor listrik.

Drive Spark (15/5/2017) dan Indianautosblog (5/5) memaparkan, permohonan paten atas teknologi itu telah diajukan TMC pada tahun 2008. Namun, saat itu yang diajukan masih murni teknologi, alias belum diwujudkan dalam bentuk fisik sepeda motor.

Selang dua tahun kemudian (2010) TVS bergerak cepat dengan memamerkan konsep sepeda motor hybrid berjuluk TVS Qube pada ajang Delhi Auto Expo. Konsep ini menggabungkan mesin konvensional milik model TVS Scooty Pep+ yang dipadu dengan motor listrik.

Konsep motor tersebut kembali dipamerkan pada 2012 pada ajang yang sama. Pada 2014, motor konsep itu kembali dipamerkan, namun dengan dengan mengusung mesin konvensional 109,7cc dan sebuah pegisian daya (hub) untuk tenaga listrik, yang mereka beri nama iQube.

Daya baterai yang terbuat dari jenis bahan lithium ion tersebut tersedia dalam beberapa pilihan, diantaranya 150 kWh dan 500 kWh.

Dalam penyetelan mesin hibrida biasa, mesin pembakaran internal (internal combustion/IC) adalah pendorong utama laju motor, sementara motor listrik memberikan tenaga tambahan.

Namun, seperti dijelaskan Express Drives, dalam konsep iQube, motor listrik juga akan mengirimkan tenaga ke roda dan mesin pembakaran internal akan mengisi baterai serta mendukung kinerja motor listrik.

Walau data spesifikasinya belum diedarkan secara luas kepada publik, namun TVS mengklaim bahwa motor berbobot 108 kg ini mampu melesat 75 km/jam dengan perpaduan dua tenaga penggerak tersebut.

Teknologi hybrid pada motor berjenis skuter matik (skutik) itu dikatakan mampu mengurangi emisi gas karbon dioksida (CO2) hingga 30 persen dibanding motor bermesin konvensional pada umumnya, serta mampu mengoptimalkan konsumsi bahan bakar.

Namun, ada juga tantangan dalam mengoptimalkan desain kendaraan roda dua hibrida ini.

Roda gigi yang disediakan untuk transmisi daya dari pembakaran internal harus terus berputar untuk tetap memberikan traksi, bahkan saat transformasi tenaga dari bensin ke listrik. Hal itu (jeda transformasi) dikhawatirkan akan menyebabkan hilangnya tenaga, serta menambah biaya perawatan dan servis.

“Sistem propulsi (pendorong) yang diungkapkan dalam aplikasi paten tidak jauh dengan bagian transmisi gerak ekstra seperti gearbox sehingga efisien dalam hal daya murni yang disalurkan ke putaran roda. Selain itu, sistem propulsi yang diungkapkan mengasumsikan bentuk yang lebih kaku dan kompak,” kata perusahaan dalam spesifikasi patennya, menukil BS.

Sumber: https://beritagar.id