Hebat! Lulus 7 Semester, Hasil Penelitian Mahasiswi ITS Ini Dapat Hak Paten Pula

by
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana

surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana

Acaciapat.com – Hebat! Lulus 7 Semester, Hasil Penelitian Mahasiswi ITS Ini Dapat Hak Paten Pula. Obsesi menuntaskan pendidikan tinggi selama 3,5 tahun berhasil diwujudkan Norma Fatimah Naqiba (20).

Mahasiswa Diploma 4 Teknik Sipil Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) ini baru saja menyelesaikan kuliah dan tugas akhirnya hanya dalam waktu 3,5 tahun.

Meskipun nekad menuntaskan 3,5 tahun, tugas akhirnya diakui dosen pengujinya sebagai sesuatu yang baru. Bahkan belum ada di Indonesia, sehingga sedang diurus hak patennya.

“Saya mengambil tema struktur silo pra tegang tanpa kolom. Silo ini tempat penyimpanan semen, struktur tanpa kolom ini belum ada di Indonesia, makanya sedang diurus hak patennya,”ungkap alumnus SMA Darul Ulum Jombang ini pada SURYA, Jumat (17/3/2017).

Penelitian Norma dilakukan di silo yang berada di area Tuban,  kampung halamannya.

Dengan diameter 16,7 meter, silo pada umumnya memerlukan 3 kolom yang akan memakan volume. Padahal kolom hanya menyangga pelat dasar.

“Memang bisa ambrol kalau tanpa kolom. Ini yang saya modifikasi, makanya dinding silo saya buat balok diluarnya,”katanya.

Pemilihan tema struktur silo ini sebelumnya belum pernah ia dalami. Namun, karena kurang banyaknya peminat bidang ini membuatnya tertantang untuk menyelesaikannya.

Menurutnya, setiap langkahnya menuju penuntasan pendidikan ini tak lepas dari dukungan dosen pembimbingnya, Ir Ibnu Pudji Rahardjo MS.

Ia pun berhasil meyakinkan birokrasi jurusan, bahwa dirinya mampu menuntaskan 18 sistem kredit semester (SKS) pada semester 7.

“Delapan belas SKS itu termasuk proposal dan tugas akhir, saya sudah menyiapkan proposal sejak semester 6. Jadi saya ngotot semester 7 harus tuntas,dosen pembimbing yang saya minta juga mendukung sejak saya konsultasi di semester 6. Akhirnya diizinkan kalau saya mampu,” ungkapnya.

Menurut Norma, sejak tahun pertama dirinya memang terbiasa mengambil banyak SKS. Karena itu, dia pun merasa sangat mampu menuntaskan kuliahnya hanya dalam waktu 3,5 tahun.

Tentu saja, untuk memenuhi hal itu berarti ia harus menyelesaikan sidang proposal dan tugas akhir pada satu semester, bersamaan dengan kuliah.

“Banyak yang meragukan karena ada banyak tugas yang harus dikerjakan juga. Bahkan 2 teman saya yang juga mengajukan proposal di semester 7 tidak bisa selesai sidang tugas akhirnya,” jelasnya.

Saat ini ia sedang menyiapkan thesis terkait struktur Pra Tegang agar ia bisa mendaftar S2 di ITS ataupun ITB.

Ia pun berobsesi menuntaskan S3 nya di usia 25 tahun. (*)

Sumber: http://banjarmasin.tribunnews.com