Telstra Kepincut Desktop Mahal Cisco Karena Android

by

Achmad Rouzni Noor II

http://images.detik.com/content/2014/05/28/317/partnercisco460.jpg
Para Partner Cisco (rou/detikINET)
Macau - Telstra ada di barisan terdepan partner Cisco yang mengaku tertarik untuk ikut memasarkan seri DX80 dan DX70. Desktop video conference mirip Mac ini menarik minat salah satu operator terbesar di Australia ini gara-gara pilihan sistem operasi Android yang ditawarkan.”Produk ini bagus, dan kami tertarik karena berjalan di platform Android yang sudah punya basis pengguna cukup besar,” kata Paul Brauer, General Manager Business Development Cisco Collaboration & Managed Data Networks Telstra Australia di Hotel Sheraton, Macau.

Dalam pertemuan dengan para media dan analis dari Asia Pasifik dan Jepang, Cisco juga memperkenalkan produk-produk ini kepada mitra bisnisnya. Telstra, salah satu di antaranya. Selain itu ada juga partner dari Dimension Data, Wafer, dan Digital Asia.

Menurut Ringo Chan, Chairman of Wafer, untuk memasarkan desktop ini akan jadi tantangan sendiri bagi para partner, apalagi jika melihat harganya yang memang masih cukup mahal.

“Ini bukan ancaman, tapi peluang karena pelanggan mulai mengubah kebiasaannya. Kami tentunya berharap bisa lebih murah lagi untuk para UKM di masa depan,” katanya.

Sementara Nagi Kasinadhuni, General Manager Converged Communications and Customer Interactive Solutions Dimension Data Asia-Pacific, menilai bahwa desktop all-in-one ini akan membawa evolusi baru dalam komunikasi pasar enterprise, khususnya untuk penyedia contact center.

“Ini jelas akan sangat fenomal bagi langkah industri. Desktop ini akan jadi standard baru,” katanya yang diamini dengan anggukan setuju oleh para partner Cisco lainnya.

DX80 dan DX70 merupakan desktop all-in-one yang dihadirkan Cisco sebagai pilihan perangkat pendamping yang lebih ringkas untuk komputer desktop yang telah ada, namun memiliki fungsi yang optimal untuk kebutuhan enterprise seperti contact center maupun meeting virtual.Untuk DX80, perangkat dengan desain mirip Mac buatan ini punya lebar 23 inches diagonal yang mengusung FHD capacitive touchscreen LCD dengan resolusi 1920 x 1080 pixel. Di bagian atasnya ada kamera untuk video communication HD dengan fitur Cisco TelePresence.

Meskipun bodinya mirip-mirip Mac, namun untuk sistem operasinya Cisco lebih memilih Android 4.1.1. Prosesornya sendiri menggunakan TI OMAP 4470 1.5 GHz dengan storage 8 GB eMMC flash memory, serta RAM 2 GB.

Dengan OS Android, tentu saja fungsinya kurang lebih sama dengan tablet atau smartphone Android pada umumnya. Bisa menjalankan aplikasi-aplikasi Android yang bisa di-  langsung dari Play Store. Selain itu, fitur utamanya tentu fasilitas yang ada di Cisco WebEx dan Cisco Jabber.

Desktop ini juga didesain untuk memudahkan transfer data secara seamless menggunakan bluetooth saat ingin memindahkan pekerjaan dari DX80 ke smartphone maupun tablet, atau bahkan sebaliknya.

Dengan segala kecanggihan yang ditawarkan Cisco, para analis yang ikut diundang untuk menyaksikan kelahiran produk revolusioner dari raksasa jaringan ini pun merasa harganya masih kelewat mahal. Apalagi produk semacam ini bukan satu-satunya yang tersedia di pasar.

Namun tetap saja, Cisco menilai harga yang akan ditawarkan melalui partner bisnisnya ini sudah sesuai dengan kondisi pasar saat ini. Bahkan raksasa teknologi jaringan ini optimistis, produknya bakal laku keras.

DX80 sendiri akan dipasarkan secara retail melalui channel bisnis Cisco dengan harga rekomendasi USD 3.990 atau sekitar Rp 42 juta lebih. Sementara versi mininya, DX70 yang punya layar 14 inch dan lebih mirip tablet jumbo ini dibanderol USD 2.750 atau sekitar Rp 30 jutaan.

Rencananya, kedua produk ini akan mulai dipasarkan dalam beberapa bulan mendatang di kawasan Asia Pasifik. Di Indonesia, DX70 katanya akan hadir lebih dulu mulai pertengahan tahun ini. Sementara DX80 baru menyusul kemudian di bulan November 2014.

Source: Detik