Symposium On Tradisional Knowledge/ Traditional Medicine Database

by

IMG_0605

ipnews.acaciapat.com – Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (DJHKI) bekerja sama dengan State Intelellectual Property Office of the People Republic of China (SIPO)  menyelenggarakan Symposium on Tradisional Knowledge/Traditional Medicine Databe yang diselenggarakan di ruang rapat DJHKI, senin (22/04/2015). Berkunjung ke DJHKI setelah sebelumnya Vietnam dan Singapore merupakan salah satu program  yang terdapat dalam agenda SIPO dalam rangka Sharing informasi mengenai database Tradisional Knowledge (TK)  dan Pengobatan Tradisional dari Negara mereka.

Indonesia terdiri dari beragam suku yang memiliki pengetahuan tradisional yang unik, hal tersebut dapat menjadi asset yang sangat besar apabila kita dapat menjaga dengan baik. Dikarenakan belum terdapatnya sebuah sistem perlindungan secara internasional dan juga secara domestik maka pengembangan sebuah database Pengetahuan  Tradisional  knowledge merupakan solusi terbaik sebagai langkah untuk memastikan kelestarian dan juga sebagai dokumentasi dari Tradisional Knowledge di Indonesia.

SIPO sebagai partner dialog  ASEAN yang memiliki kepentingan yang sama dalam bidang ini memberikan dukungan yang besar kepada Negara anggota ASEAN untuk mengembangkan Sistem GRTK & TCEs  melalui berbagai aktivitas.

Diawali dengan pembukaan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual  Ahmad M. Ramli kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari  masing-masing expert SIPO  yaitu Mr. Gong Baomin (Head of Delegation), Deputi Director General Pharmaceitical and Biaological Examination Departemen SIPO,    Ms. Wang Lili, Mr. Lu Jianwei, Mr. Lu Jianwei dan Mr. Deng Heping.  Symposium ini juga dihadiri oleh perwakilan dari LIPI, Kemenkes, Dikti, Badan Pom, Kemenperin dan Kemenko.

“Dengan Program ini diharapkan kami dapat belajar banyak dari SIPO expert yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam database Tradisional Knowledge dan pengobatan, database tersebut tentunya merupakan sarana yang baik untuk mendukung tidak hanya  kelestarian dan dokumentasi dari Tradisional Knowledge tapi juga mendukung proses pemeriksaan Paten”. Tutup Ramli . (Humas DJHKI- April 2015). Sumber: Dgip.go.id