Sengketa Merk : Pengusaha Lokal Kalahkan The Chillington

by
Chillington

Chillington

Acaciapat.com - Sengketa Merk : Pengusaha Lokal Kalahkan The Chillington. Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memenangkan kubu pengusaha Semarang Hertiny dalam sengketa merek Crocodile melawan gugatan The Chillington Tool Company Limited.

Majelis hakim yang dipimpin Hariono menyatakan menolak gugatan produsen perkakas asal Inggris, The Chillington Tool Company Limited. “Menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya,” ujar Hariono dalam putusannya

Dalam pertimbangan majelis hakim, gugatan The Chillington ini sudah kedaluwarsa, alias melebihi batas waktu yang ditentukan Pasal 77 ayat (1) UU No. 20/2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Pasal tersebut berbunyi gugatan pembatalan merek hanya dapat diajukan dalam jangka 5 tahun, terhitung sejak tanggal pendaftaran merek.

Padahal, merek tergugat terdaftar pada 2015, sehingga waktu pembatalan sudah lebih dari 5 tahun. Berdasarkan ketentuan tersebut, lanjut Hariono, gugatan pembatalan harus ditolak.

The Chillington memperkarakan empat merek Hertiny yang diduga menjiplak merek Crocodile.

Keempat merek yang dibatalkan penggugat antara lain merek tergugat No. IDM000210793 pada 17 Juli 2009 yang melindungi barang bangunan logam dan No. IDM000244086 yang melindungi mesin-mesin pertanian dan mesin pencetak.

Selain itu, ada juga No. IDM000476990 pada 19 Mei 2015 untuk melindungi barang perkakas dan alat tangan dan No.IDM000451018 pada 29 Januari 2015 yang melindungi barang berupa kertas dan karton.

Menaggapi putusan pengadilan, kuasa hukum Hertiny, Kholid mengatakan pihaknya mengapreasiasi putusan majelis hakim. Dia mengklaim kliennya telah lama menggunakan merek Crocodile.

Adapun merek tersebut telah mengalami perpanjangan sebanyak dua kali sehingga usia mereknya sudah 18 tahun. “Merek kami sudah 18 tahun umurnya. Jadi ya, first to file,” katanya.

Selain itu, Kholid berujar jenis barang milik tergugat dan penggugat juga berbeda. Sertifikat merek milik Hertiny itu untuk melindungi jenis alat pertukangan. Sementara itu, jenis barang dalam merek milik The Chillington Tool digunakan untuk melindungi alat pertanian.

Kubu The Chillington Tool yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Budianto dari kantor hukum George Widjojo, belum mau berkomentar. Dia langsung meninggalkan ruang sidang setelah putusan selesai dibacakan.

Perkara ini terdaftar dengan No.05/Pdt.Sus-Merek/2017/PN.Jkt.Pst. Kasus ini merupakan gugatan The Chillington yang kedua.

Sebelumnya, kedua belah pihak pernah berperkara dengan materi gugatan yang sama pada 2011. The Chillington mempermasalahkan merek Hertiny dengan nomor IDM000001038. Gugatan tersebut dimenangkan oleh kubu The Chillington.

Sebelumnya, Budianto mengatakan tergugat tidak memiliki iktikad baik sama sekali. Pasalnya, tergugat masih saja menggunakan merek dengan nama Crocodile dan gambar buaya.

Tergugat dinilai tidak mengindahkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2011. Bahkan, putusan tersebut telah dikuatkan oleh lembaga peradilan yang lebih tinggi yakni Mahkamah Agung pada 2012.

“Langkah tergugat tidak bisa dibenarkan. Sudah dibatalkan tetapi tergugat mendaftarkan lagi dan memperpanjang lagi,” katanya.

Sumber: https://legaleraindonesia.com