SEMINAR HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL dengan JEPANG (JETRO)

by

Hak Kekayaan Intelektual saat ini sangat berperan penting di dunia dan ternyata perdagangan barang palsu sudah sangat menjalar kemana-mana. Salah satu produk barang yang palsu yang diperjual secara bebas khususnya sparepart bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan seperti kampas rem dan olie. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi target masuknya barang palsu. Saat ini barang palsu dan asli yang beredar sangat sulit untuk dibedakan sehingga dapat mengelabui masyarakat sebagai konsumen.

Dalam hal ini, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual bekerjasama dengan The Japan External Trade Organization (JETRO) mengadakan Seminar Hak Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan di Hotel Royal Kuningan Jakarta pada hari senin (2/12) yang dibuka langsung oleh Direktur Jenderal HKI, Ahmad M.Ramli yang dihadiri 150 orang diantaranya perwakilan dari JETRO, perwakilan aparat penegak hukum dan perwakilan perusahaan jepang yang ada di Indonesia. “kalau ada pemalsuan produk elektronik dan produk sparepart di Indonesia masyarakat kami adalah korban, oleh karena itu tindakan-tidakan yang kami lakukan adalah tindakan represif berupa penyitaan dan menangkap orang-orang yang melakukan tindakan pemalsuan serta pengetahuan mengenai HKI bagi aparat penegak hukum untuk membedakan barang asli dan palsu sangatlah penting dan perlu ditingkatkan”, tutur Direktur Jenderal HKI, Ahmad M.Ramli.

Dengan hadirnya perwakilan perusahaan Jepang di Indonesia sangat berperan penting dalam memberikan pemahaman mengenai HKI kepada aparat penegak hukum agar mereka bisa melakukan penindakan secara optimal untuk mengurangi pemalsuan barang palsu yang beredar di Indonesia. Untuk elektronik sangatlah jarang masyarakat menggunakan barang palsu kebanyakan yang membeli barang asli seperti AC dan lain-lain. Perma terbaru dari Mahkamah Agung mengenai Injuction dan penetapan sementara terkait dengan Pemalsuan Barang Asli dan Palsu sangatlah penting.

Kedepannya kami berharap dan mengusulkan kepada JETRO tidak hanya mengadakan Seminar mengenai penegakan hukumHKI tapi lebih menekankan bagaimana konsumen di dunia bisa memahami mengenai IP Culture/ budaya HKI dan cerdas HKI serta mengadakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai barang asli dan palsu dengan diadakan ditempat keramaian seperti pusat perbelanjaan / Mall.

dgip.go.id