Komite Olimpiade dituduh langgar hak cipta

by
Peluncuran logo Olimpiade Tokyo diadakan pada tanggal 24 Juli 2015.

Peluncuran logo Olimpiade Tokyo diadakan pada tanggal 24 Juli 2015.

Acaciapat.com – Komite Olimpiade Internasional menepis tudingan bahwa emblem Olimpiade Tokyo 2020 melanggar hak cipta logo teater Belgia.

Logo Olimpiade Tokyo diluncurkan pekan lalu dan dirancang oleh seniman Kenjiro Sano, dan berlandaskan huruf T.

Namun perancang Belgia Olivier Debie mengatakan logo itu merupakan salinan dari motif yang ia buat untuk Teater De Liege. Ia pun berjanji akan “mengambil tindakan”.

Wakil Presiden Komite Olimpiade Internasional (OIC) John Coates menandaskan Olimpiade Tokyo 2020 “tidak bermasalah”.

“IOC dan Tokyo sudah memastikan semua daftar hak cipta sebelum peluncuran dan logo di Belgia itu tidak terlindungi.

“Kami sudah meneliti desain ini dan kami tidak berpikir ada masalah.”

Rancangan Zaha Hadid
Stadion ini diperkirakan akan menelan biaya US$2 miliar bila jadi dibangun untuk Olimpiade tahun 2020.

Olivier Debie mengaku rancangannya yang dibuat pada tahun 2013 tidak terdaftar sebagai merek dagang.

Protes resmi, lanjutnya, telah dikirim ke IOC melalui pengacara karena teater tersebut “secara terus menerus terlibat dalam pertukaran dengan seluruh dunia” dan “tidak ingin mempunyai sesuatu yang menyerupai logo mereka”.

Sementara itu, desainer Kenjiro Sano membantah ia menjiplak atau merujuk pada logo teater di Belgia, sebagaimana dilaporkan oleh media Jepang.

Ditambahkan oleh Sano bahwa rancangannya murni emblem Jepang.

Sebelumnya pemerintah Jepang memutuskan untuk tidak menggunakan desainstadion karya arsitek Inggris, Zaha Hadid, karena biaya pembangunannya diperkirakan akan membengkak.

Sumber : BBC Indonesia