Karya Dijiplak Habis-habisan, Ini yang Dilakukan Para Desainer Hijab Populer

by
Foto: Wolipop

Foto: Wolipop

Acaciapat.com – Karya Dijiplak Habis-habisan, Ini yang Dilakukan Para Desainer Hijab Populer. Menjadi seorang desainer hijab populer yang karyanya sudah dicintai para fashionista harus siap menghadapi adanya plagiarisme. Tak bisa dipungkiri, banyak produsen hijab yang meniru desain koleksi perancang busana lainnya demi mendapatkan keuntungan besar. Desainer busana muslim Ayu Dyah Andari dan Vivi Zubedi mengatakan bahwa mereka sudah pernah beberapakali melihat rancangannya dijiplak oleh sejumlah produsen hijab.

Ketika melihat banyak plagiat yang memalsukan karyanya dan dijual dengan harga jauh lebih rendah tentu membuat kedua desainer tersebut merasa miris. Vivi pun bercerita bahwa ia pernah sengaja pergi blusukan ke pusat perbelanjaan Tanah Abang untuk mencari tahu apakah koleksinya banyak ditirukan oleh sesama pebisnis busana muslim? Tentu saja ada yang menirukan. Tidak hanya dijiplak bahkan namanya juga tercantum.

“Waktu itu aku sempat pergi ke Tanah Abang pakai niqab biar nggak ada yang tahu. Aku ketemu toko ini abayanya bagus. Si penjual bilangnya ini abaya Vivi Zubedi sama dengan yang dijual di Instagram. Mereka jual dengan harga Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu. Aku coba berpikir positif oke mungkin ini brand awareness-nya sampai karena orang yang beli di Tanah Abang nggak mungkin beli di Vivi Zubedi, begitu juga sebaliknya,” cerita Vivi kepada Wolipop di butiknya, bilangan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2015).

Menurut ibu dua anak ini, sulit untuk mengontrol para plagiat seperti yang ia jumpai di Tanah Abang. Desainer yang memulai karier sebagai perancang busana sejak 2011 lalu itu juga mengatakan kalau pelaku yang meniru hasil karyanya tidak hanya pedagang kecil tapi juga perusahaan-perusahaan besar. Meski sudah menjadi perusahaan besar yang telah melakukan ekspor-impor busana tidak membuat mereka takut untuk mencantumkan nama Vivi ke dalam produknya agar konsumen semakin percaya.

Salah satu cara yang dilakukan Vivi untuk bisa menyiasati para penjiplak karyanya tersebut dengan memberikan hak paten buat rancangan yang berciri khas. Jadi ketika ketahuan ada yang plagiat maka Vivi tak segan untuk segera membawanya ke ranah hukum.

“Beberapa desain yang mereka copy aku sudah hak patenkan. Seperi abaya typo Makkah Madinnah Jannah aku sudah hak patenkan. Kalau mereka copy lagi bisa di sue. Aku jadi punya pegangan,” tambah desainer lulusan Universitas Sumatera Utara itu.

Cerita lain soal plagiarisme datang dari Ayu Dyah Andari. Perancang busana pesta untuk muslimah tersebut mengungkapkan bahwa banyak pebisnis hijab yang meniru hasil karya Ayu. Bukan hanya para pedagang yang ia lihat di pusat perbelanjaan Tanah Abang tapi juga di lingkungan sosialnya. Lalu apa yang dilakukan Ayu untuk mengatasi para penjiplak tersebut?

Wanita berusia 30 tahun ini menuturkan bahwa saat ia melihat karyanya dicontek orang lain biasanya hanya mendiamkan saja, toh detail dan kualitas tentu tidak akan sama persis karena kerumitan gaun yang dirancang Ayu. Namun ia mulai terganggu bila si penjiplak meniru habis-habisan karyanya mulai dari potongan, bahan, hingga susunan detailnya. Ayu pun punya pengalaman akan hal tersebut.

“Aku biasanya cuek saja kalau plagiat kayak di Tanah Abang banyak. Kalau teman yasudah pura-pura nggak tahu. Yang aku sebal kalau dia plagiat tapi beli bajuku dulu dan kemudian diperbanyak. Pernah ada customer yang beli bajuku dan ternyata dia punya butik di Bandung. Koleksiku itu di sana diperbanyak dan dijual dengan harga yang lebih murah bahkan dia sempat terpilih sebagai desain terbaik waktu kompetisi Wardah, padahal itu kan desainku,” ujar wanita lulusan Fakultas Teknik Industri Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu kepada Wolipop di rumahnya, bilangan Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/6/2016).

Ketika menghadapi plagiat yang sudah mengganggu maka Ayu akan bertindak. Ia pun menegur langsung penjiplak karyanya agar tidak lagi melakukan hal tersebut suatu hari nanti.

“Aku tegur dia baik-baik agar tidak meniru lagi, aku nggak ingin disangka aku yang meniru dia. Jadi aku tegur langsung saja,” ujarnya kepada Wolipop.

Sumber: http://wolipop.detik.com